Mengkonsumsi makanan dan minuman halal merupakan sebuah kewajiban bagi setiap umat muslim. Kepatuhan terhadap prinsip-prinsip halal merupakan bentuk ketaatan seorang muslim dalam kehidupannya sehari-hari. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah talah menerapkan regulasi sertifikasi halal bagi setiap produk yang beredar. Sertifikasi halal menjadi acuan penting dalam menjamin kehalalan suatu produk.

Akan tetapi, tidak semua bahan makanan dan minuman memerlukan sertifikasi halal. Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1360 Tahun 2021 tentang Bahan yang Dikecualikan dari Kewajiban Bersertifikat Halal, terdapat tiga jenis bahan yang terbebas dari kewajiban ini. Berikut pada artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai bahan yang dikecualikan dari sertifikasi halal.

Lebih mengenal bahan-bahan yang dikecualikan dari sertifikasi halal

Untuk bahan-bahan yang dikecualikan dari sertifikasi halal, kebanyakan merupakan bahan yang berasal dari sumber alami dan tidak perlu di olah, tidak memiliki kandungan yang diharamkan, serta tidak berbahaya untuk digunakan. Berikut ini beberapa bahan tersebut.

1. Bahan yang berasal dari alam tanpa melalui proses pengolahan

Bahan yang berasal langsung dari alam dan tidak melalui proses pengolahan sering kali tidak memerlukan sertifikasi halal. Contoh bahan seperti ini adalah buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian yang dipetik langsung dari tanaman tanpa tambahan bahan kimia atau proses industri.

Bahan-bahan ini, bisa terkecualikan karena bahan ini berasal dari sumber yang jelas dan alami, sehingga tidak ada keraguan mengenai kehalalannya. Selain itu, Karena tidak mengalami proses pengolahan, risiko kontaminasi dengan bahan haram sangat rendah.  Bahan-bahan ini juga mudah diaudit karena proses pengambilan dan penyediaan bahan ini biasanya sangat transparan.

2. Bahan yang dikategorikan tidak berisiko mengandung bahan yang diharamkan

Kategori kedua bahan yang tidak memerlukan sertifikasi halal adalah bahan-bahan yang di kategorikan tidak berisiko mengandung bahan yang di haramkan. Ini terutama berlaku untuk bahan-bahan yang memiliki sumber yang jelas dan dapat di verifikasi.

Misalnya, produk kasa pembalut untuk kebutuhan medis. Dimana kasa pembalut biasanya terbuat dari kapas murni. Karena terbuat darikapas murni, tentu kasa pembalut tidak memiliki resiko mengandung bahan yang diharamkan.

3. Tidak tergolong berbahaya serta tidak bersinggungan dengan bahan haram

Selanjutnya yang ketiga ini lebih menyoroti pada pentingnya keselamatan dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip kehalalan. Bahan yang tidak tergolong berbahaya bagi kesehatan atau memiliki potensi bersinggungan dengan bahan haram dapat dikecualikan dari sertifikasi halal. Bahan yang tidak tergolong berbahaya dan tidak mengandung bahan yang tidak halal, misalnya bahan kimia hasil penambangan atau proses pemurnian dari bahan alam, dan bahan kimia hasil sintesis anorganik dan organik.

Sebagai contohnya adalah Vitamin, mineral, dan enzim. Dihasilkan dari proses fermentasi atau ekstraksi bahan alami, tanpa menggunakan enzim atau mikroorganisme yang berasal dari hewan yang diharamkan.

Bagi insan halal yang ingin mengetahui lebih lengkap mengenai contoh bahan apa saja yang dikeucalikan dari sertifikasi halal, insan halal dapat membacanya pada lampiran KMA Nomor 1360 Tahun 2021 melalui laman dibawah ini.

| halal.co.id : Bahan yang Dikecualikan dari Kewajiban Bersertifikat Halal 

Nah demikian lah pembahasan kita kali ini mengenai bahan yang dikecualikan daris ertifikasi halal. Dengan mengecualikan bahan-bahan tertentu dari sertifikasi halal, proses sertifikasi menjadi lebih sederhana dan efisien. Produsen dan regulator dapat fokus pada bahan dan produk yang memang memerlukan pengawasan ketat, memastikan bahwa sumber daya digunakan secara optimal. Pengecualian ini juga membantu mengurangi biaya bagi produsen. Dengan tidak perlu mengurus sertifikasi untuk bahan yang jelas halal, produsen dapat mengalokasikan anggaran mereka untuk meningkatkan kualitas produk dan proses produksi lainnya.

Selain itu, dengan mengetahui bahwa bahan-bahan tertentu secara otomatis dianggap halal memberikan rasa tenang dan kepercayaan bagi konsumen Muslim. Mereka dapat menggunakan atau mengonsumsi produk tanpa rasa ragu atau perlu melakukan pengecekan tambahan.

Sumber:

https://ukmindonesia.id/baca-deskripsi-posts/mengenal-bahan-yang-dikecualikan-dari-kewajiban-sertifikasi-halal-ketahui-kriteria-dan-contohnya-di-sini

https://kemenag.go.id/nasional/catat-ini-bahan-yang-dikecualikan-dari-kewajiban-bersertifikat-halal-1OUnA

https://www.kompas.com/tren/read/2024/06/02/200000565/produk-yang-tidak-harus-menyertakan-sertifikasi-halal-apa-saja-

https://halalcenter.trunojoyo.ac.id/halal-alert/catat-ini-produk-yang-dikecualikan-dari-wajib-sertifikat-halal/

en_USEN
Open chat
Hallo Admin