Banyak yang masih bertanya-tanya, perlukah perabotan rumah tangga bersertifikat halal? Untuk itu, pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai pentingnya memperhatikan kehalalan dari peralatan rumah tangga yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Memang sempat menjadi kebingungan publik, ketika melihat produsen perabotan rumah tangga seperti kulkas menampilkan logo halal pada produknya. Hal ini tentu sangat wajar, mengingat sejauh ini masyarakat hanya mengetahui bahwa halal dan haram itu hanya berlaku pada makanan dan minuman, seperti yang tertera pada Surat Al-Baqarah ayat 168.

Untuk menjamin kehalalan sebuah produk, BPJPH menerapkan aturan tentang jaminan produk halal yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014. Dalam undang-undang ini jelas menyatakan bahwa produk yang disertifikasi halal tidak hanya produk makanan, minuman, obat-obatan dan kosmetika, melainkan juga bidang jasa dan barang gunaan. Namun sayangnya, kesadaran masyarakat tentang hal tersebut masih sangat minim. Banyak dari masyarakat yang bahkan tidak peduli dengan seberapa perlunya menggunakan perabotan yang sudah mengantongi sertifikat halal. Nah, berikut ini mungkin bisa menjadi jawaban untuk anda tentang perlunya perabotan rumah tangga bersertifikat halal.

Alasan mengapa pentingnya sertifikasi halal untuk perabotan rumah tangga

Seperti pada pembahasan di atas, saat ini tidak hanya produk makanan dan minuman yang memerlukan sertifikat halal. Obat-obatan, kosmetika, dan bahkan perabotan atau barang gunaan memerlukan sertifikasi halal. Setidaknya ada beberapa alasan untuk kita lebih memilih produk perabotan yang sudah memiliki sertifikasi halal.

1. Menjamin kehalalan 

Mengutip dari laman halalmui.org, meski tidak akan langsung masuk ke dalam tubuh seperti halnya makanan atau minuman, kandungan bahan pada produk barang gunaan tetap harus di cermati kehalalannya. Sebab, jika bahan tersebut mengandung najis atau haram, maka ketika bersentuhan dengan makanan akan membuat makanan tersebut tercemar barang najis sehingga menjadi haram dikonsumsi.

Sebagai contoh, kita bisa melihat dari kulkas. Mengapa kulkas memerlukan label halal? Ini karena kulkas merupakan lemari pendingin untuk menyimpan bahan-bahan masakan dalam waktu yang tidak singkat. Wakil Direktur LPPOM MUI Bidang Auditing dan Sistem Jaminan Halal, Muti Arintawati mengatakan berdasarkan pengkajian dan proses audit ditemukan beberapa komponen dalam kulkas terbuat dari campuran bahan yang menggunakan unsur dari turunan asam lemak. Unsur asam lemak merupakan bahan yang kritis dari sisi kehalalannya. “Karena asam lemak itu dapat berasal dari bahan hewani dan nabati, maka harus dipastikan bahwa bahan itu bukan dari turunan bahan haram dan najis,” ujarnya.

Dengan demikian, perabotan juga harus mengantongi sertifikat halal untuk menjamin kehalalan produk. Terlebih jika peralatan tersebut digunakan untuk memproses atau memproduksi sebuah makanan.

2. Meningkatkan rasa aman pada kualitas produk

Perabotan rumah tangga bersertifikasi halal tidak selalu berarti memiliki kualitas yang lebih baik daripada peralatan rumah tangga yang tidak bersertifikasi halal. Namun, dalam beberapa kasus, perabotan rumah tangga bersertifikasi halal memang dibuat dengan bahan baku dan proses produksi yang lebih berkualitas.

Dengan sertifikat halal juga, konsumen dapat yakin bahwa produk yang mereka beli dan konsumsi sesuai dengan aturan-aturan yang ditetapkan dalam Islam. Ini mencakup bahan-bahan yang di gunakan, metode produksi, dan semua tahapan produksi yang terlibat. Selain itu, sertifikasi halal seringkali mencakup aspek kebersihan dan keamanan pangan. Tentu hal ini akan dapat memberikan jaminan tambahan terkait kualitas dan keamanan produk.

3. Menjaga ketaatan terhadap syariat islam

Dalam Islam, mematuhi prinsip-prinsip kehalalan memiliki makna penting dari segi agama. Dengan menggunakan perabotan rumah tangga yang halal merupakan salah satu bentuk ibadah dan menghindarkan diri dari larangan syariat islam. Hal ini karena dengan menggunakan peralatan yang halal, umat Islam telah berupaya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang haram.

Seperti yang kita ketahui, tidak mungkin kita sebagai muslim memperhatikan secara detail dan menyeluruh bagaimana proses pembuatan produk. Terlebih jika produk tersebut merupakan perabotan rumah tangga. Pada sisi inilah pentingnya posisi pemerintah untuk menjamin kehalalan produk yang beredar di Indonesia.

Nah itu dia pembahasan kita kali ini mengenai seberapa perlukah perabotan rumah tangga bersertifikat halal. Dengan pembahasan kita kali ini, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli betapa pentingnya selalu memperhatikan aspek kehalalan sebuah produk khususnya masyarakat yang beragama islam. Dengan pasar halal yang semakin luas, maka produsen-produsen produk perabotan akan berbondong-bondong melakukan sertifikasi halal pada produknya. Jelas hal ini sangat memberikan keuntungan terhadap konsumen. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, dengan sertifikasi halal dapat meningkatkan kualitas yang beredar dipasaran.

Ketika masyarakat sudah semakin kritis pada produk-produk yang halal, bukan hanya konsumen yang diuntungkan, namun produsen juga akan mendapatkan keuntungan pasar yang lebih luas lagi. Untuk menjangkau pasar tersebut, maka produsen-produsen produk perabotan perlu mensertifikasi produknya dengan sertifikasi halal. Jika Insan Halal merupakan wirausaha produsen dan ingin mengetahui langkah-langkah mendapatkan sertifikasi halal pada produknya, Insan Halal bisa mengikuti pelatihan di IHATEC, ya!

en_USEN
Open chat
Hallo Admin