Kerupuk kulit, atau yang sering disebut kerupuk rambak, adalah makanan ringan yang dibuat dari kulit hewan yang dibersihkan, direbus, dikeringkan, dan digoreng hingga mengembang. Kini kerupuk kulit telah menjadi salah satu camilan populer di Indonesia. Teksturnya renyah, rasanya gurih, dan sering dijadikan pelengkap berbagai hidangan. Pada umumnya kerupuk kulit terbuat dari kulit sapi. Namun, tidak semua kerupuk kulit terbuat dari kulit sapi. Ada juga kerupuk kulit yang dibuat dari kulit babi, yang bagi umat Muslim tentu berstatus haram. Sekilas keduanya terlihat mirip, sehingga membedakannya bisa menyulitkan, terutama jika dibeli tanpa label pada kemasannya. Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai perbedaan kerupuk kulit sapi dan babi.

Ini Dia Perbedaan Kerupuk Kulit Sapi dan Babi

Kerupuk Kulit Sapi

Pada kerupuk kulit sapi biasanya memiliki warna krem hingga kecokelatan dengan permukaan berpori. Teksturnya lebih padat dan agak keras saat digigit, tetapi tetap memberikan sensasi renyah yang khas. Aroma kerupuk kulit sapi cenderung gurih alami, berasal dari kandungan protein dan lemak pada kulit sapi itu sendiri. Bentuknya cenderung tebal dan bergelombang, dan ketika digoreng akan mengembang tanpa menjadi terlalu ringan. Kerupuk kulit sapi banyak dijual di pasar tradisional, toko kelontong, jaringan retail modern maupun restoran.

Kerupuk Kulit Babi

Sedangkan pada perupuk kulit babi umumnya berwarna lebih pucat, bahkan sedikit transparan Kulit babi juga memiliki tekstur lebih ringan dan rapuh dibandingkan kerupuk kulit sapi. Saat digigit, kerupuk ini cepat hancur di mulut dan memiliki aroma yang lebih kuat dan khas. Bentuknya biasanya tipis dan melengkung, terkadang lebih rata dibandingkan kerupuk kulit sapi. Di Indonesia, kerupuk kulit babi lebih banyak ditemukan di toko non-halal, pasar khusus, atau restoran yang memang menyajikan menu berbasis daging babi.

Cara Memastikan Kerupuk Kulit Halal

Bagi konsumen Muslim, memastikan kehalalan makanan merupakan hal penting termasuk kerupuk kulit. Langkah paling sederhana adalah memeriksa label halal pada kemasan. Produk dengan logo halal resmi yang memberikan jaminan bahwa bahan baku dan proses produksinya telah diawasi sesuai standar kehalalan. Selain itu, belilah kerupuk kulit di toko atau penjual yang terpercaya dan dikenal hanya menjual produk halal. Jika membeli dalam bentuk curah tanpa kemasan, jangan ragu untuk menanyakan langsung kepada penjual mengenai bahan bakunya. Konsumen juga perlu berhati-hati terhadap produk impor, karena banyak kerupuk kulit dari luar negeri yang menggunakan bahan baku kulit babi. Dengan sikap teliti ini, risiko tertukar antara kerupuk kulit sapi dan babi dapat dihindari.

Untuk pelaku usaha, memastikan kehalalan produk bukan hanya soal bahan baku, tetapi juga proses produksi yang sesuai standar. Oleh karena itu, memiliki sertifikat halal resmi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Jika anda ingin mengurus sertifikasi halal dengan lebih mudah dan terarah, anda dapat menggunakan layanan Jasa Sertifikasi Halal dari IHATEC yang siap membantu prosesnya dari awal hingga terbit sertifikat.

IHATEC: Jasa Sertifikasi Halal

Kesimpulan

Kerupuk kulit memang sama-sama gurih dan renyah, tetapi bahan bakunya membuat perbedaan yang sangat signifikan, terutama bagi umat Muslim. Kerupuk kulit sapi umumnya berwarna krem kecokelatan, padat, dan gurih alami, sedangkan kerupuk kulit babi lebih pucat, ringan, dan beraroma kuat. Untuk menghindari kesalahan, kenali ciri-cirinya, periksa label halal, dan belilah di tempat yang terpercaya. Dengan begitu, anda bisa menikmati camilan kerupuk kulit dengan aman dan sesuai prinsip konsumsi yang benar. Demikianlah artikel kali ini yang membahas mengenai apakah perbedaan kerupuk kulit sapi dan babi. Simak juga artikel-artikel IHATEC lainnya yang membahas seputar halal.

IHATEC: Baca Berita & Artikel Menarik Lainnya Seputar Halal Disini

Kunjungi halaman artikel pada halaman website IHATEC, untuk memdapatkan berita-berita menarik seputar halal.


Sumber:

Kerupuk Kulit, Kenali Bahaya dan Potensi Haramnya

https://www.fimela.com/food/read/5257063/perbedaan-kerupuk-kulit-sapi-dan-babi-yang-penting-diketahui?page=2

id_IDID