Minuman dan makanan berbahan matcha kini makin mudah ditemukan di berbagai tempat, dari kafe kekinian hingga restoran besar. Cita rasanya yang khas, lembut, dan sedikit umami membuatnya digemari banyak kalangan. Tak hanya enak, matcha juga diklaim kaya manfaat kesehatan.
Namun, seiring popularitasnya meningkat, muncul pertanyaan penting di kalangan konsumen Muslim. Apakah semua produk berbahan matcha bisa dipastikan halal? Meski berasal dari daun teh hijau yang seharusnya tidak bermasalah, ternyata ada beberapa titik kritis kehalalan yang perlu dikenali, terutama saat matcha digunakan dalam bentuk olahan. Artikel ini akan membahas apakah matcha halal? mulai dari bahan dasarnya hingga olahan yang bisa mengandung unsur syubhat atau bahkan haram.
Daftar Isi Pembahasan
Manfaat dan Titik Kritis Kehalalan Matcha
Manfaat Matcha Murni
Secara alami, matcha berasal dari daun teh hijau jenis Camellia sinensis yang dikeringkan dan digiling halus menjadi bubuk hijau pekat. Berbeda dari teh hijau biasa, matcha dikonsumsi utuh bersama bubuknya, sehingga kandungan nutrisinya tetap terjaga. Kandungan antioksidan yang tinggi, terutama Epigallocatechin Gallate (EGCG), serta kombinasi kafein dan L-theanine yang dapat meningkatkan fokus tanpa efek gelisah berlebih.
Karena terbuat murni dari tumbuhan dan tidak melalui proses fermentasi ataupun penambahan bahan lain, matcha bubuk tanpa campuran tergolong halal. Inilah mengapa produk matcha murni bisa dikonsumsi tanpa kekhawatiran, selama tidak ada tambahan bahan lain yang bersifat syubhat atau tidak jelas asal-usulnya.
Titik Kritis Kehalalan Matcha Yang Bisa Merubahnya Menjadi haram
Masalah kehalalan matcha mulai muncul ketika bahan ini diolah menjadi berbagai menu, seperti matcha latte, dessert, atau bahkan makanan utama. Dalam proses pengolahan ini, berbagai bahan tambahan kerap digunakan dan bisa merubah status kehalalannya.
Misalnya, dalam pembuatan matcha latte, tidak jarang digunakan dairy creamer. Dimana merupakan turunan lemak hewani yang bisa saja bersumber dari bahan turunan babi. Bahkan jika menggunakan non-dairy creamer, walaupun bukan merupakan produk turunan susu, non-dairy creamer ini merupakan produk emulsi minyak dalam air yang dalam proses pembuatannya biasanya melibatkan bahan bahan yang kritis dari segi kehalalan seperti kaseinat, maka perlu dipastikan lagi status kehalalannya. Selain itu, penggunaan perisa sintetis untuk memperkuat aroma atau warna matcha bisa menggunakan bahan yang bersumber dari alkohol atapun turunan hewani dengan bahan penyusun yang begitu kompleks, sehingga perisa atau flavour ini perlu didukung dengan adanya sertifikat halal yang valid.
Di sisi lain, dessert berbahan matcha sering menggunakan gelatin sebagai bahan pengental atau pemberi tekstur. Gelatin sendiri tidak selalu berasal dari sumber yang halal, sehingga wajib didukung dengan sertifikat halal yang valid. Bahkan bahan-bahan yang terlihat umum seperti susu, sirup, atau topping dalam produk-produk kekinian pun bisa menimbulkan keraguan bila tidak memiliki sertifikasi halal yang jelas. Di sinilah konsumen Muslim perlu lebih waspada mengenai keseluruhan proses dan komposisi produk matcha.
Kesimpulan
Matcha sebagai bahan alami dari daun teh sejatinya halal dan memiliki banyak manfaat. Namun, saat matcha diolah menjadi produk makanan atau minuman, penting bagi konsumen Muslim untuk memahami titik-titik kritis kehalalan yang mungkin muncul dari bahan tambahan pangan tersebut.
Selama konsumen bersikap kritis dan teliti, tidak ada alasan untuk khawatir menikmati matcha. Edukasi tentang kehalalan serta transparansi dari pelaku industri kuliner sangat dibutuhkan agar semua pihak dapat menikmati tren kuliner ini dengan tenang dan aman. Dengan pemahaman yang tepat, matcha tetap bisa dinikmati sebagai bagian dari gaya hidup halal yang sehat. Demikianlah artikel kali ini yang membahas mengenai apakah matcha halal. Simak juga artikel-artikel IHATEC lainnya yang membahas seputar halal.
IHATEC: Baca Berita & Artikel Menarik Lainnya Seputar Halal Disini
Kunjungi halaman artikel pada halaman website IHATEC, untuk mendapatkan berita-berita menarik seputar halal terkini.
Sumber: https://food.detik.com/info-kuliner/d-7972477/matcha-lagi-naik-daun-kenali-titik-kritis-kehalalannya