Dalam beberapa dekade terakhir, permintaan produk dan layanan halal telah mengalami peningkatan yang signifikan di seluruh dunia. Hal ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan populasi Muslim yang pesat dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjalani gaya hidup halal. Sebagai respons terhadap permintaan ini, konsep pemasaran halal telah menjadi semakin relevan.

Artikel ini akan membahas pentingnya halal marketing dalam mencapai pasar yang berkembang, dengan fokus pada strategi-strategi yang efektif dan manfaat yang dapat diperoleh oleh perusahaan yang menerapkan pemasaran halal.

Apa Itu Halal Marketing?

Halal marketing adalah sebuah konsep yang didasarkan pada paradigma bahwa Islam memengaruhi pilihan konsumen Muslim. Oleh karena itu, semua kegiatan pemasaran haruslah mengikuti hukum, prinsip, dan pedoman Islam. Hal ini mencakup keputusan pemasaran strategis, perencanaan, komunikasi, penyampaian produk atau layanan kepada pelanggan, dan lain sebagainya. Mengutip dari Marketing An Islamic Perspective, pemasaran halal memenuhi kebutuhan melalui produk atau jasa yang halal dengan saling ridha dan mensejahterakan pembeli dan penjual untuk mencapai kesejahteraan di dunia dan akhirat.

Praktik halal marketing termasuk baru walaupun praktik-praktik yang sesuai dengan syariah telah ada sejak lama.

Umat Muslim di seluruh dunia telah bersikeras untuk mengonsumsi produk dan layanan halal dengan mencari tahu tentang bahan-bahannya dan menghindari produk dan layanan yang tidak sesuai dengan Islam. Perusahaan multinasional menyadari peluang dari segmen yang terus berkembang ini.

Halal marketing melibatkan aspek-aspek seperti sertifikasi halal, pemasaran produk halal, promosi yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, dan memastikan kepatuhan terhadap persyaratan halal dalam seluruh rantai pasokan.

Mengapa Halal Marketing Penting

Berikut ini beberapa alasan mengapa halal marketing itu sangat penting bagi bisnis Anda.

1. Pertumbuhan Pasar Muslim

Populasi Muslim di seluruh dunia terus bertambah, dan mereka menjadi segmen pasar yang semakin penting. Menargetkan konsumen Muslim dengan produk halal dapat membuka peluang pasar baru yang signifikan bagi perusahaan.

2. Kesadaran Konsumen

Masyarakat Muslim semakin sadar akan pentingnya memilih produk dan layanan yang halal. Mereka cenderung lebih selektif dalam membeli barang dan makanan yang sesuai dengan nilai-nilai agama mereka. Dengan menerapkan halal marketing, perusahaan dapat memperoleh kepercayaan konsumen dan membangun hubungan jangka panjang.

3. Dampak Globalisasi

Globalisasi telah memperluas jangkauan produk dan merek di seluruh dunia. Konsumen Muslim kini memiliki akses lebih mudah terhadap berbagai produk dari berbagai negara. Dalam konteks ini, halal marketing menjadi penting untuk memastikan bahwa produk dan layanan yang ditawarkan memenuhi standar halal dan kebutuhan konsumen Muslim.

Komponen Halal Marketing

Md Mahabub Alom dari Universitas Internasional Manarat pemasaran halal sebagai berikut:

Proses dan strategi (Hikmah) untuk memenuhi kebutuhan melalui produk dan jasa yang Halal (Tayyibat) dengan persetujuan bersama dan kesejahteraan (Falah) dari kedua belah pihak, yaitu pembeli dan penjual dengan tujuan untuk mencapai kesejahteraan material dan spiritual di dunia ini dan di akhirat kelak.

Beliau kemudian menguraikan lima komponen yang disebutkan dalam definisinya sebagai berikut:

1. Kebijakan (Hikmah)

Dalam Islam, kata ‘hikmah’ berkaitan erat dengan kata ‘kebijaksanaan’. Kata ini menandakan persepsi yang baik dan penilaian yang tepat berdasarkan situasi yang dihadapi. Oleh karena itu, pemasaran harus menerapkan ‘hikmah’ dalam setiap hal.

2. Persetujuan Bersama

Saling suka sama suka, dalam hal ini, berarti kedua belah pihak yang terlibat dalam transaksi bisnis harus bebas dari tekanan yang tidak semestinya, penipuan, kecurangan, dll.

3. Kebutuhan

Dalam Islam, seseorang harus mengonsumsi sesuai dengan kebutuhannya. Oleh karena itu, ketika sebagian besar pemasaran konvensional menargetkan keinginan konsumen. Pemasaran Halal dalam bentuknya yang paling murni didasarkan pada kebutuhan.

4 Thayyibaat (Apa yang Baik)

Wahai manusia! Makanlah dari apa yang halal dan baik yang ada di bumi… Al-Quran (2:168)

Ayat Al-Quran di atas mendefinisikan kebiasaan makan dan lebih jauh lagi, preferensi pembelian umat Islam secara global haruslah yang halal dan baik. Konsep ini tidak dapat dinegosiasikan dan tidak terpengaruh oleh tren atau demografi.

5 Falah (Kesejahteraan)

Falah adalah konsep kesuksesan tertinggi di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, falah tidak terbatas pada kemakmuran duniawi dan materi. Falah dicapai dengan keimanan yang tulus dan amal saleh.

Konsep ini memastikan bahwa bisnis tidak semata-mata mengejar keuntungan, tetapi juga menjunjung tinggi kesejahteraan umat manusia. Hal ini harus tercermin dalam semua aspek kegiatan pemasaran bisnis.

Manfaat Halal Marketing

Dalam Islam, produk dan jasa tidak disediakan semata-mata untuk mencari keuntungan, tetapi juga untuk memenuhi kewajiban kolektif masyarakat. Ya, keuntungan sebagai sebuah motif diperbolehkan dan dianjurkan, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya motivasi. Cara bisnis dijalankan lebih penting daripada keuntungan. Oleh karena itu, halal marketing tidaklah boleh menggunakan tipu daya dan tipu muslihat untuk membuat konsumen membeli barang yang tidak mereka butuhkan.

Halal marketing  juga tidak mendorong konsumen untuk berutang yang pada akhirnya membuat mereka mengalami kesulitan keuangan.

Pemasaran haruslah mengenai maksimalisasi nilai dengan mempertimbangkan kebaikan yang lebih besar bagi masyarakat, bukannya mengejar keuntungan dengan cara apa pun. Pemasaran halal dapat memastikan kesuksesan dalam dimensi material dan spiritual dalam kehidupan. Memaksimalkan kesejahteraan setiap orang dalam masyarakat dapat membangun keadilan sosial-ekonomi di setiap bidang kehidupan manusia.

id_IDID
Open chat
Hallo Admin