Tips Halal

Sushi halal atau haram ?

Insan halal pasti sudah tidak asing dengan makanan khas Negeri Sakura bernama sushi. Makanan ini sudah ada di Jepang dalam waktu yang cukup lama. Seiring berjalannya waktu, makanan ini jadi cukup terkenal di berbagai negara. Makanan yang merupakan perpaduan nasi dan ikan mentah ini diadaptasi di berbagai negara termasuk Indonesia. Di Indonesia ada sushi yang dibuat dari daging matang untuk menyesuaikan dengan lidah penikmatnya.
Untuk kali ini sebagai seorang muslim, Insan Halal wajib kritis atas suatu makanan, karena Allah SWT mewajibkan kita mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal. Sesuai dengan firman allah yang berbunyi :

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS – Al Qur’an Surah, Al-baqarah 168).

Invasi kuliner khas Jepang ini ke Indonesia masif terjadi bersamaan dengan semakin mudahnya akses informasi dan teknologi di zaman global ini. Hal ini dibuktikan dengan menjamurnya restoran yang mengklaim menyajikan sajian otentik khas Jepang seperti sushi, mulai dari yang mahal hingga yang versi rumahan. Namun satu hal yang cukup menggelitik adalah, apakah sushi halal atau haram ? Perlu kalian ketahui. Sushi khas Jepang idealnya mengandung mirin. Mirin sendiri adalah bumbu dapur yang biasa digunakan dalam masakan khas Jepang. Mirin adalah minuman beralkohol berwarna kuning, dengan rasa manis, mengandung gula sebanyak 40% – 50% dan kandungan alkohol sekitar 14 %. Mirin ini sendiri digunakan pada masakan Jepang yang diolah dengan cara nimono (merebus dengan kecap asin), dipakai sebagai campuran untuk berbagai macam saus, seperti saus untuk kabayaki (tare), saus untuk soba (soba-tsuyu), saus untuk tempura, hingga saus teriyaki.

Selain itu kandungan alkohol pada mirin dipercaya mampu menghilangkan rasa amis pada ikan yang banyak digunakan dalam sushi dan mengurangi risiko hancur bahan makanan yang dimasak. Mirin juga bisa digunakan untuk menambah rasa manis bahan makanan yang dimasak, membuat mengkilap bahan makanan yang dimasak secara teriyaki, serta menambah harum masakan.

Jika sebuah restoran mengklaim kalau mereka menyajikan hidangan otentik khas Jepang, dan mereka menyajikan sushi, besar kemungkinan sushinya memakai mirin. Jadi, Apakah ada sushi yang halal ? Pasti ada. Titik kritisnya adalah di penggunaan mirin tersebut,  jadi  apabila  si  penjual  sama  sekali  tidak  menggunakan  mirin  (dan  tentunya bahan-bahan non halal lainnya) insya Allah sushi yang dijualnya halal.

Jadi untuk para insan halal sebelum membeli sushi pastikan terlebih dahulu sushi yang kalian beli tidak mengandung mirin ya. Karena jika sushi mengandung mirin akan membuat sushi tersebut menjadi haram karena mengandung alkohol. Nah untuk lebih amannya lagi, #Insanhalal bisa juga memastikan keberadaan label halal di restoran sushi tersebut yah.

IHATEC

Indonesia Halal Training and Education Center (IHATEC) adalah lembaga pelatihan dan edukasi di bidang Halal secara luas, yang meliputi kehalalan produk, jasa, dan aspek kehalalan lainnya.

Share
Published by
IHATEC