Assalamualaikum InsanHalal, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai macam-macam istilah babi. Sama seperti sapi, kambing, maupun ayam, babi merupakan hewan yang banyak di konsumsi di dunia tak terkecuali Indonesia. Hampir disemua bagian tubuh babi dapat untuk dikonsumsi. Dengan beragam cita rasa masakan, banyak orang yang menggemari daging babi.

Namun bagi umat muslim, babi diharamkan untuk dikonsumsi. Larangan ini bahkan tercantum dalam Al Quran Surah An Nahl ayat 115. Untuk itu setiap umat muslim pasti akan menghindari daging babi sebagai santapan. Namun terkadang daging babi sulit untuk dibedakan dengan daging sapi atau kambing yang dapat mengecoh umat muslim. Untuk itu, banyak dari restoran maupun perusahaan makanan kemasan yang mencantumkan istilah babi pada komposisi produknya. Meski sudah memiliki istilah, justru terdapat banyak istilah babi yang bermunculan. Akibat dari banyaknya istilah babi, rentan untuk umat muslim terkecoh dan tak sengaja mengkonsumsi daging babi. Oleh karena itu dibawah ini IHATEC akan membagikan kepada anda beberapa macam istilah babi.

Macam-macam istilah penyebutan daging babi

Istilah babi ternyata tidak hanya ham atau pork saja. Terdapat banyak istilah yang biasanya digunakan dalam daftar komposisi makanan yang tercantum di kemasan atau label menu di restoran. Terkadang, beberapa tempat makan atau kemasan mencantumkan tanda bahwa makanan tersebut mengandung babi. akan tetapi terdapat juga sebagian yang tidak mencantumkan penamaan daging babi dan menggantinya dengan istilah. Dengan demikian, penting untuk diketahui istilah olahan babi agar tidak terkecoh dan tak sengaja memakan daging babi.

1. Pig: seekor babi muda, berat kurang dari 50kg.
2. Pork: daging babi dalam masakan.
3. Swine: istilah untuk keseluruhan kumpulan spesies babi.
4. Hog: babi dewasa, berat melebihi 50kg.
5. Boar: babi liar/celeng/babi hutan
6. Lard: lemak babi untuk membuat minyak masak dan sabun.
7. Bacon: daging hewan yang di-slice, terutama babi.
8. Ham: daging pada bagian paha babi.
9. Sow: babi betina dewasa.
10. Sow milk: susu babi
11. Porcine: sesuatu yang berkaitan atau berasal dari babi, banyak ditemukan di obat-obatan.
12. Zhūròu/Zhū : daging babi dalam Bahasa Tiongkok.
13. Char Syu: daging babi panggang (barbeque).
14. Cu Nyuk: daging babi dalam Bahasa Khek/Hakka.
15. Dwaeji: daging babi dalam Bahasa Korea.
16. Tonkatsu: irisan daging babi dalam kuliner Jepang.
17. Tonkotsu: ramen yang dilengkapi dengan daging babi.
18. Yakibuta: babi panggang dalam Bahasa Jepang.
19. Nuraniku: daging babi dalam Bahasa Jepang.
20. Nibuta: hidangan dari Pundak babi di Jepang.
21. B2: sebutan makanan yang berbahan babi di Indonesia.
22. Khinzir: babi dalam Bahasa Arab dan Melayu.

Nah itu dia, beberapa istilah babi yang digunakan pada komposisi kemasan atau penamaan menu pada sebuah restoran. Daging babi maupun seluruh anggota tubuh babi tentu diharamkan dan dilarang keras untuk dikonsumsi oleh umat muslim. Sebagai umat muslim, kita harus senantiasa mengindari daging babi untuk dikonsumsi baik secara sengaja atau tidak disengaja. Oleh karena itu perlu untuk kita mengetahui beberapa istilah penamaan daging babi agar tidak terkecoh.

Terima kasih telah menyimak artikel ini sampai tuntas dan baca juga artikel kami lainnya mengenai seputar halal dilaman IHATEC: Berita & Artikel.

en_USEN
Open chat
Hallo Admin