Assalamualaikum InsanHalal, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai GMP atau Good Manufacturing Practice pada produk makanan. Seiring perkembangan zaman, produk makanan terus mengalami inovasi yang menghasilkan produk-produk makanan yang beragam. Produk makanan tentu harus memiliki standar pengolahan yang layak untuk dikonsumsi, karena makanan akan bersangkutan dengan kesehatan tubuh yang mengkonsumsinya. Untuk itu pemerintah melalui PP No. 28 Tahun 2004 tentang keamanan, mutu dan gizi pangan, perlu menetapkan pedoman cara produksi pangan olahan yang baik (Good Manufacturing Practice).

Namun meski pemerintah sendiri sebenarnya sudah mengatur hal tersebut, masih banyak pebisnis makanan ataupun minuman yang mengabaikan pentingnya GMP. Untuk Anda yang ingin memulai ataupun sedang menjalankan bisnis makanan dan minuman, ada baiknya bagi anda untuk mengetahui apa yang berhubungan dengan GMP seperti di bawah ini.

Good Manufacturing Practice Secara Lengkap

1. Pengertian

Good Manufacturing Practice merupakan salah satu metode dalam manajemen yang berdasarkan dengan standar negara dalam bentuk prosedur agar bisa menghasilkan produk makanan ataupun minuman dengan baik yang akan dijual ke pihak konsumen ataupun pasar. Produk makanan dan minuman yang telah di produksi dan akan di sebarluaskan harus mampu memenuhi standar yang sudah di tentukan.

Dengan GMP ini diharapkan dapat menjadi pedoman produksi seluruh produk makanan dan dapat menghasilkan makanan yang layak untuk di konsumsi.

2. Tujuan penerapan GMP

Bagi pemerintah, jelas tujuan utama dari penerapan GMP ini adalah untuk menjamin produk yang beredar di masyarakat merupakan produk yang layak dan aman untuk di konsumsi. Sehingga masyarakat akan tenang ketika memilih berbagai produk makanan yang ada di lingkungan sekitar.

Teruntuk perusahaan sendiri menerapkan GMP memilih tujuan dari sisi operasional. Dengan menerapkan Good Manufacturing Practice, maka perusahaan mampu meminimalisir biaya operasional yang tidak dibutuhkan.

3. Manfaat GMP

Good Manufacturing Practice, memiliki banyak manfaat baik bagi konsumen maupun perusahaan sekaligus. Bagi konsumen tentu dengan adanya GMP, dapat menjamin kesehatan konsumen. Produk yang diproduksi melalui pedoman GMP akan menghasilkan produk yang sesuai dengan ketentuan aman bagi makanan yang layak produksi.

Sedangkan bagi perusahaan sendiri dengan menerapkan GMP ini dapat melindungi pasar. Dalam dunia bisnis termasuk bisnis makanan, promosi harus menjadi yang terbaik. Dengan menggunakan standar GMP, perusahaan dapat mencantumkan pada kemasan produknya sebagai makanan berkualitas tinggi. Dari kualitasnya yang sudah terjamin, hal ini juga akan memberikan keuntungan kedua bagi perusahaan, yakni perusahaan akan mendapatkan kepercayaan konsumen.

4. Integrasi GMP dengan standar halal

Pada dasarnya halal beriringan dengan thayyib (aman & bersih), yang secara umum dapat diartikan sebagai keamanan pangan. Pemenuhan aspek keamanan pangan merupakan bagian dari persyaratan sertifikasi halal, yang harus dipenuhi pelaku usaha sebelum laporan hasil audit. Poin penting dari GMP atau Good Manufacturing Practice ini merupakan standar atau pedoman pengolahan produk makanan yang sudah diterapkan oleh pemerintah. Berbicara mengenai produk makanan tentu memiliki integrasi dengan standarisasi halal. Seperti yang kita ketahui Indonesia merupakan dengan dengan penduduknya yang mayoritas beragama islam. Tentu dalam peredaran produknya harus dilengkapi dengan standarisasi halal. Nah untuk mengetahuinya lebih lanjut mengenai integrasi GMP dengan standar halal, anda dapat membaca artikel lainya dari IHATEC pada link dibawah ini,

| IHATEC: Pengelolaan CPPOB/GMP dan Integrasinya Dengan Standar Halal

Nah demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai GMP atau Good Manufacturing Practice dari IHATEC. Terima kasih telah menyimak artikel ini sampai tuntas dan baca artikel-artikel kami lainnya pada laman berita.

en_USEN
Open chat
Hallo Admin